ASEAN Foundation Dorong 50 Ribu UMKM Indonesia Manfaatkan Teknologi AI
Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin diarahkan untuk mendukung perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Melalui program AI for MSME Advancement in ASEAN (AIM ASEAN), ASEAN Foundation menargetkan lebih banyak pelaku usaha memahami dan menerapkan teknologi AI dalam aktivitas bisnis.
Hingga saat ini, lebih dari 16.000 UMKM di Indonesia telah mengikuti pelatihan penerapan AI melalui program tersebut. ASEAN Foundation menargetkan jumlah peserta di Indonesia dapat mencapai lebih dari 50.000 UMKM sebagai bagian dari sasaran regional sebanyak 100.000 UMKM di kawasan ASEAN.
Baca Juga “Teknologi AI untuk Fesyen di Mata Rinaldy Yunardi dan Hian Tjen“
Program ini bertujuan membantu pelaku usaha memanfaatkan AI untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperluas pasar, serta memperkuat daya saing di tengah perkembangan ekonomi digital.
AIM ASEAN Berikan Pelatihan AI Praktis untuk Pelaku UMKM
Program Manager AIM ASEAN, Eci Ernawati, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang untuk membuat teknologi AI lebih mudah dipahami dan digunakan oleh UMKM.
“Melalui AIM ASEAN, kami menargetkan lebih dari 100 ribu UMKM di seluruh ASEAN, termasuk lebih dari 50 ribu UMKM di Indonesia,” ujar Eci dalam acara National Policy Convening Indonesia: Charting the Blueprint for AI-Inclusive Indonesia di Jakarta.
Menurutnya, pelatihan tidak hanya mengenalkan konsep dasar AI, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai penerapan teknologi tersebut dalam kebutuhan bisnis sehari-hari.
Program AIM ASEAN berjalan selama dua tahun melalui kolaborasi dengan Asian Venture Philanthropy Network (AVPN), serta mendapat dukungan dari Google.org dan Asian Development Bank (ADB).
Melalui kerja sama tersebut, ASEAN Foundation berupaya memperluas akses pembelajaran AI agar pelaku UMKM tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk mengembangkan usaha.
AI Membantu UMKM Meningkatkan Efisiensi Bisnis
Bagi pelaku UMKM, teknologi AI dapat digunakan dalam berbagai aspek bisnis. Pemanfaatannya mencakup pembuatan konten pemasaran, analisis kebutuhan pelanggan, pengelolaan administrasi, hingga membantu proses pengambilan keputusan.
Dengan pemahaman yang tepat, AI dapat membantu usaha kecil menghemat waktu dan meningkatkan produktivitas. Teknologi tersebut juga membuka peluang bagi UMKM untuk bersaing dengan bisnis yang memiliki sumber daya lebih besar.
Eci menjelaskan bahwa AIM ASEAN menggandeng berbagai ahli dan mitra lokal untuk memastikan materi pelatihan sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha di masing-masing wilayah.
Pendekatan tersebut dilakukan agar UMKM tidak hanya memahami teori penggunaan AI, tetapi juga mampu menerapkannya secara praktis dan bertanggung jawab dalam kegiatan usaha.
Literasi Digital Menjadi Kunci Penggunaan AI yang Aman
Selain memberikan akses teknologi, penguatan literasi digital juga menjadi perhatian dalam pengembangan AI bagi masyarakat. Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Bina Nusantara, Profesor Derwin Suhartono, mengingatkan bahwa penggunaan AI harus disertai pemahaman mengenai risiko teknologi.
Menurut Derwin, setiap informasi yang dimasukkan pengguna ke dalam sistem AI memiliki potensi risiko karena data tersebut dapat tersimpan dalam sistem atau server tertentu.
“Apa pun yang kita input ke dalam AI sistem yang kita familiar sehari-hari, ada risiko di sana,” kata Derwin.
Ia menilai masyarakat perlu memahami cara kerja AI, termasuk bagaimana teknologi tersebut mengolah data dan menghasilkan informasi. Pengetahuan tersebut penting agar pengguna dapat menentukan informasi apa yang aman untuk diberikan kepada sistem AI.
Penggunaan AI Bertanggung Jawab Perlu Diperkuat
Perkembangan AI memberikan banyak manfaat, tetapi juga menghadirkan tantangan baru. Tanpa pemahaman yang cukup, teknologi tersebut dapat digunakan secara tidak tepat dan menimbulkan dampak negatif.
Derwin mencontohkan munculnya berbagai konten berbasis AI yang kontroversial sebagai tanda bahwa masyarakat perlu mendapatkan edukasi lebih luas mengenai penggunaan teknologi secara etis.
Menurutnya, pemahaman tentang batasan penggunaan AI harus menjadi bagian penting dalam transformasi digital. Masyarakat perlu mengetahui bahwa AI merupakan alat bantu yang membutuhkan pengawasan dan keputusan manusia.
Bagi sektor UMKM, pemanfaatan AI secara bijak dapat menjadi peluang besar untuk meningkatkan kemampuan bisnis. Namun, peningkatan keterampilan digital harus berjalan seiring dengan pemahaman mengenai keamanan data, etika, dan tanggung jawab teknologi.
Pelatihan AI Dorong UMKM Indonesia Lebih Kompetitif
Melalui AIM ASEAN, ASEAN Foundation berupaya mempercepat kesiapan UMKM Indonesia menghadapi perubahan ekonomi berbasis teknologi. Target pelatihan bagi 50 ribu UMKM di Indonesia menjadi langkah untuk memperluas akses terhadap inovasi digital.
Ke depan, kemampuan memanfaatkan AI diperkirakan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing usaha. Dengan dukungan pelatihan yang tepat, UMKM dapat menggunakan teknologi bukan hanya untuk mengikuti tren, tetapi juga menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Baca Juga “Inovasi AI pengelolaan Semarang raih Guangzhou Award 2026“