China Minta Bank Terapkan Blockchain untuk Pinjaman

China Dorong Bank Gunakan Blockchain untuk Percepat Layanan Pinjaman Usaha Kecil

Pemerintah China terus memperluas penerapan teknologi blockchain di sektor keuangan. Regulator pajak dan keuangan negara tersebut kini meminta bank serta pemerintah daerah untuk mengadopsi blockchain dan teknologi komputasi privasi guna meningkatkan layanan pembiayaan, terutama bagi usaha kecil dan menengah (UKM).

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari penguatan model “interaksi bank-pajak”, yaitu mekanisme yang memungkinkan lembaga keuangan memanfaatkan data perpajakan untuk menilai kelayakan kredit perusahaan. Dengan integrasi data yang lebih baik, proses pengajuan pinjaman diharapkan menjadi lebih cepat, akurat, dan transparan.

Menurut pemberitahuan bersama Administrasi Perpajakan Negara China dan Administrasi Regulasi Keuangan Nasional China, bank, otoritas pajak, serta pelaku usaha perlu menerapkan standar pertukaran data yang lebih terstruktur. Langkah ini bertujuan mengurangi kesenjangan informasi antara perusahaan, perbankan, dan pemerintah.

baca juga”Mengenal Sistem Cloud ERP, Cara Kerja dan Manfaatnya“

Blockchain Diharapkan Tingkatkan Efisiensi Persetujuan Kredit

Melalui pemanfaatan teknologi blockchain, regulator China ingin mendorong sistem pembiayaan yang lebih terpercaya dan efisien. Data transaksi dan informasi perpajakan yang tersimpan dalam jaringan blockchain dapat membantu lembaga keuangan melakukan verifikasi dengan lebih cepat.

Bank juga diminta untuk menyempurnakan model penilaian kredit agar mampu memberikan layanan pembiayaan yang lebih luas kepada perusahaan yang memiliki rekam jejak pembayaran pajak yang baik.

Pendekatan ini dinilai penting bagi sektor usaha kecil karena kelompok tersebut sering menghadapi kendala dalam mendapatkan akses pinjaman akibat terbatasnya data keuangan atau riwayat kredit.

Selain mempercepat proses persetujuan kredit, teknologi blockchain juga menawarkan tingkat keamanan data yang lebih tinggi melalui sistem pencatatan digital yang sulit dimanipulasi.

Strategi China Bangun Infrastruktur Data Berbasis Blockchain

Arahan terbaru kepada perbankan sejalan dengan strategi jangka panjang China dalam membangun infrastruktur data berbasis blockchain. Pada Januari 2025, Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China merilis peta jalan yang menargetkan penerapan infrastruktur tersebut secara nasional pada 2029.

Wakil Direktur Administrasi Data Nasional China, Shen Zhulin, sebelumnya menyatakan bahwa pengembangan infrastruktur data berbasis blockchain berpotensi menarik investasi sekitar 400 miliar yuan atau setara sekitar USD 58 miliar setiap tahun.

Investasi besar tersebut menunjukkan bahwa China melihat blockchain bukan hanya sebagai teknologi pendukung aset digital, tetapi juga sebagai fondasi penting dalam pengelolaan data, layanan publik, dan transformasi industri.

China Pisahkan Pengembangan Blockchain dari Kebijakan Kripto

Meski agresif mengembangkan teknologi blockchain, China tetap mempertahankan sikap ketat terhadap perdagangan dan aktivitas spekulatif mata uang kripto. Pemerintah telah melarang transaksi serta penambangan kripto secara nasional sejak 2021 sebagai bagian dari pengawasan sektor keuangan digital.

Namun, pembatasan terhadap aset kripto tidak menghentikan pengembangan aplikasi blockchain di sektor lain. Sebelumnya, pada 2019, Presiden Xi Jinping menyebut blockchain sebagai teknologi penting untuk mendorong inovasi nasional dan meminta percepatan pengembangan penerapannya di berbagai sektor ekonomi.

Pada 2021, Biro Pajak Shenzhen juga memperluas penggunaan sistem faktur elektronik berbasis blockchain, yang menjadi salah satu contoh implementasi teknologi tersebut dalam layanan publik.

Menariknya, meskipun aturan terhadap kripto sangat ketat, data dari Compass Mining menunjukkan China masih menyumbang sekitar 11,7 persen dari total hashrate jaringan Bitcoin global pada Januari 2026. Hal tersebut menunjukkan bahwa pengaruh China dalam ekosistem teknologi blockchain dan aset digital masih cukup besar.

Blockchain Diproyeksikan Semakin Penting dalam Sistem Keuangan Modern

Langkah terbaru regulator China memperlihatkan perubahan besar dalam cara sektor keuangan memanfaatkan teknologi digital. Dengan menggabungkan data perpajakan, layanan perbankan, dan sistem blockchain, proses pemberian pinjaman dapat menjadi lebih cepat serta memiliki tingkat transparansi yang lebih tinggi.

Ke depan, penggunaan blockchain kemungkinan akan semakin luas tidak hanya untuk layanan keuangan, tetapi juga pengelolaan data pemerintah, rantai pasok, dan berbagai sektor industri lainnya. Bagi China, teknologi ini menjadi salah satu komponen penting dalam strategi transformasi ekonomi digital jangka panjang.

baca juga”RUU Kripto Dikebut Sebelum 4 Juli, Gedung Putih Terus Lobi Kongres“

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *