China Perkuat Kerja Sama AI dengan ASEAN di Tengah Persaingan

ASEAN

China Dorong Penguatan Kerja Sama AI dengan ASEAN
China Ingin Kerja Sama AI Melampaui Perdagangan Teknologi

China mendorong pengembangan hubungan dengan negara-negara ASEAN melalui kerja sama kecerdasan buatan atau AI. Beijing ingin kolaborasi tersebut tidak hanya berfokus pada perdagangan perangkat dan pemanfaatan produk teknologi.

Usulan kerja sama mencakup pengembangan inovasi, peningkatan kapasitas talenta, hingga hubungan antarpelaku industri. Langkah tersebut berlangsung ketika AI semakin menjadi bagian penting dalam perkembangan ekonomi digital dan transformasi industri.

Baca Juga “Saham Meta anjlok saat agen AI ’o’ OpenAI ancam reli bersejarah“

Konselor Department of Asian Affairs Kementerian Luar Negeri China Wang Xiaolong menyampaikan hal tersebut dalam diskusi bersama rombongan wartawan ASEAN di Beijing, Senin, 28 September 2026.

Menurut Wang, perkembangan AI membuat teknologi tersebut menjadi salah satu bidang utama dalam hubungan antarnegara. China karena itu memberikan perhatian khusus terhadap peluang kolaborasi AI bersama kawasan Asia Tenggara.

China dan ASEAN Bangun Pusat Kerja Sama AI

Wang mengatakan China dan ASEAN telah membangun sejumlah wadah untuk memperkuat kolaborasi di bidang kecerdasan buatan. Salah satunya adalah pusat kerja sama yang diarahkan pada pemanfaatan AI.

“Kami bahkan telah mendirikan Pusat Kerja Sama Aplikasi-AI Nasional China-ASEAN serta Pusat Kerja Sama Inovasi AI China,” ujar Wang.

Pembentukan pusat tersebut menunjukkan bahwa kerja sama AI mulai diarahkan pada pengembangan ekosistem, bukan sekadar hubungan perdagangan. Penguatan kapasitas teknologi, pertukaran pengetahuan, serta penerapan AI menjadi bagian dari agenda kolaborasi.

China dan ASEAN juga telah meresmikan ASEAN-China Artificial Intelligence Industry Innovation Centre di Beijing pada Mei 2026. ASEAN menyebut pusat tersebut sebagai salah satu langkah untuk memperkuat inovasi, infrastruktur digital, dan pemanfaatan AI di berbagai sektor.

Kerja Sama AI Mencakup Inovasi dan Talenta

Pengembangan sumber daya manusia menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian dalam kerja sama AI China-ASEAN. Kebutuhan terhadap tenaga dengan kemampuan AI terus meningkat seiring meluasnya penerapan teknologi tersebut di berbagai sektor.

Selain pengembangan talenta, kolaborasi juga dapat mencakup penelitian dan penerapan teknologi. China-ASEAN AI Industry Innovation Centre yang diresmikan pada 2026 memiliki fokus pada kerja sama riset, penerapan model AI dalam industri, ekosistem industri, tata kelola, serta pembangunan kapasitas.

ASEAN juga menyatakan pentingnya pemanfaatan AI yang aman dan inovatif. Dalam seminar China-ASEAN AI Industry Innovation Center pada September 2026, Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn menekankan pendalaman kemitraan AI untuk mendukung potensi ekonomi digital kawasan.

ASEAN dan China Siapkan Agenda Kerja Sama AI

Penguatan hubungan AI tersebut sejalan dengan pembahasan ASEAN dan China mengenai agenda kerja sama pada periode berikutnya. Pada Juli 2026, Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn menyampaikan bahwa ASEAN mencatat usulan China untuk menjadikan 2027 sebagai tahun kerja sama AI ASEAN-China.

Usulan tersebut muncul dalam pertemuan antara menteri luar negeri ASEAN dan China. Agenda AI dipandang berkaitan erat dengan pengembangan ekonomi digital serta peningkatan hubungan teknologi kedua pihak.

Sebelumnya, pembangunan China-ASEAN Countries Artificial Intelligence Application Cooperation Center juga telah dimulai di Nanning pada September 2025. Pusat tersebut diarahkan untuk mendukung infrastruktur AI, platform sumber terbuka, serta pengembangan talenta.

Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa kerja sama AI China-ASEAN telah memiliki sejumlah wadah dan agenda konkret. Kolaborasi selanjutnya akan berkaitan dengan bagaimana pusat kerja sama, pengembangan talenta, inovasi, dan penerapan teknologi dapat berjalan di tingkat regional.

Persaingan AI Global Mendorong Kolaborasi Regional

Perkembangan teknologi AI berlangsung di tengah kompetisi global untuk mengembangkan model, infrastruktur, talenta, dan penerapan AI. Kondisi tersebut membuat kerja sama teknologi menjadi salah satu agenda penting dalam hubungan antarnegara.

Bagi ASEAN, pengembangan kapasitas AI juga berkaitan dengan kebutuhan memperkuat infrastruktur digital dan keterampilan tenaga kerja. Sementara bagi China, hubungan dengan negara-negara Asia Tenggara membuka ruang untuk memperluas kolaborasi industri dan teknologi.

Kajian ISEAS-Yusof Ishak Institute pada 2026 mencatat bahwa pendekatan China di Asia Tenggara mencakup pembangunan pusat riset, forum kebijakan, serta program pelatihan AI. Kajian tersebut juga mencatat adanya perhatian terhadap tata kelola dan pengembangan kapasitas AI.

Dengan berbagai inisiatif yang telah berjalan, kerja sama China dan ASEAN di bidang AI berpotensi semakin terstruktur. Fokus berikutnya akan mencakup inovasi, pengembangan talenta, penerapan teknologi, serta pembahasan tata kelola AI di kawasan.

Baca Juga “Masyarakat pakai AI, Kemendagri ingatkan ASN jangan bekerja rutin“

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *