Tando Hadirkan Transfer Bitcoin ke Nomor Ponsel untuk Perluas Akses Keuangan di Kenya
Integrasi Lightning Network dan M-PESA Permudah Pengiriman Dana Global Tanpa Dompet Kripto
Perusahaan teknologi finansial (fintech) asal Kenya, Tando, meluncurkan layanan baru yang memungkinkan pengguna mengirim Bitcoin langsung ke nomor telepon seluler. Inovasi ini bertujuan menyederhanakan transaksi lintas negara dengan memanfaatkan jaringan pembayaran Bitcoin Lightning Network dan ekosistem mobile money yang telah berkembang luas di Kenya.
Melalui layanan tersebut, pengirim cukup memasukkan nomor ponsel penerima saat melakukan transfer. Sistem Tando kemudian mengonversi Bitcoin menjadi Kenya Shilling (KES) secara otomatis sebelum dana dikirim ke akun mobile money penerima, termasuk layanan populer seperti M-PESA.
Model transaksi ini menghilangkan kebutuhan penerima untuk memiliki dompet kripto, memahami teknologi blockchain, atau membuat akun aset digital. Dana dapat diterima langsung melalui layanan keuangan yang sudah digunakan sehari-hari oleh masyarakat Kenya.
Pendekatan tersebut dinilai dapat memperluas akses terhadap layanan keuangan digital, khususnya bagi masyarakat yang belum memiliki rekening bank atau akses terbatas terhadap sistem keuangan formal.
baca juga”Kelangkaan Prosesor Intel Picu Kendala Industri Laptop“
Lightning Network Percepat Transaksi dan Tekan Biaya Pengiriman
Tando memanfaatkan Lightning Network, sebuah solusi lapis kedua (layer-2) pada jaringan Bitcoin yang dirancang untuk meningkatkan kecepatan transaksi sekaligus mengurangi biaya pengiriman.
Berbeda dengan transaksi Bitcoin pada jaringan utama yang dapat memerlukan waktu lebih lama dan biaya yang berfluktuasi, Lightning Network memungkinkan transfer berlangsung hampir secara instan dengan biaya yang jauh lebih rendah.
Teknologi ini semakin relevan untuk kebutuhan remitansi internasional. Pengguna dapat mengirim nilai transfer dari berbagai negara ke Kenya tanpa harus melalui proses perbankan tradisional yang sering kali memakan waktu dan biaya lebih tinggi.
Selain memberikan efisiensi, sistem konversi otomatis ke mata uang lokal juga membantu penerima menghindari kerumitan dalam mengelola aset kripto secara langsung. Dana yang diterima dapat langsung digunakan untuk kebutuhan sehari-hari melalui jaringan mobile money yang sudah tersedia.
M-PESA Jadi Kunci Adopsi Layanan Keuangan Digital
Keberhasilan model bisnis Tando tidak lepas dari tingginya penetrasi layanan mobile money di Kenya. Negara tersebut dikenal sebagai salah satu pasar pembayaran digital paling maju di Afrika berkat popularitas M-PESA yang dioperasikan oleh Safaricom.
Layanan tersebut telah digunakan oleh puluhan juta masyarakat untuk berbagai kebutuhan transaksi, mulai dari pembayaran tagihan, transfer uang, tabungan, hingga aktivitas bisnis sehari-hari.
Dengan memanfaatkan infrastruktur yang sudah mapan, Tando dapat menjangkau pengguna tanpa mengharuskan mereka mempelajari teknologi baru yang kompleks. Strategi ini berpotensi mempercepat adopsi layanan berbasis Bitcoin di kalangan masyarakat umum.
Bagi diaspora Kenya yang bekerja di luar negeri, layanan ini juga menawarkan alternatif pengiriman uang yang lebih praktis dibandingkan metode remitansi konvensional.
Berpotensi Mengubah Pasar Remitansi Afrika
Kenya merupakan salah satu penerima remitansi terbesar di kawasan Afrika Sub-Sahara. Nilai dana yang dikirim oleh warga negara Kenya di luar negeri mencapai miliaran dolar AS setiap tahun dan menjadi sumber pendapatan penting bagi banyak keluarga.
Selama ini, layanan remitansi tradisional sering dikenakan biaya yang relatif tinggi dan membutuhkan waktu beberapa hari hingga dana diterima. Kehadiran solusi berbasis Lightning Network berpotensi memangkas biaya tersebut sekaligus mempercepat proses transfer.
Jika model ini berhasil diterapkan secara luas, bukan hanya Kenya yang dapat merasakan manfaatnya. Negara-negara lain di Afrika yang memiliki tingkat penggunaan mobile money tinggi juga berpotensi mengadopsi pendekatan serupa untuk meningkatkan efisiensi pengiriman dana lintas negara.
Tantangan Regulasi dan Risiko yang Perlu Diperhatikan
Meski menawarkan kemudahan, layanan transfer berbasis Bitcoin tetap menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah volatilitas harga aset kripto yang dapat memengaruhi nilai transaksi jika terjadi pergerakan harga signifikan sebelum proses konversi selesai.
Selain itu, kebijakan Tando yang tidak mewajibkan penerima menjalani proses verifikasi identitas atau know-your-customer (KYC) berpotensi menarik perhatian regulator. Otoritas keuangan di berbagai negara umumnya menempatkan aspek identifikasi pengguna sebagai bagian penting dalam pencegahan pencucian uang dan pendanaan ilegal.
Bank Sentral Kenya sendiri selama ini mengambil pendekatan hati-hati terhadap aset kripto. Meskipun belum melarang penggunaannya secara menyeluruh, regulator terus mengingatkan masyarakat mengenai risiko investasi dan transaksi aset digital.
Kehadiran layanan Tando menunjukkan bagaimana teknologi blockchain dapat diintegrasikan dengan sistem keuangan yang sudah digunakan masyarakat luas. Jika mampu memenuhi tuntutan regulasi dan menjaga keamanan transaksi, model ini berpotensi menjadi salah satu inovasi penting dalam transformasi layanan remitansi dan inklusi keuangan di Afrika pada masa mendatang.
Disclaimer: Informasi mengenai Bitcoin dan aset kripto dalam artikel ini bersifat edukatif. Setiap keputusan investasi maupun transaksi aset digital perlu dilakukan berdasarkan riset dan pertimbangan risiko masing-masing pengguna.
baca juga”Dirut BRI Ungkap Peluang Akselerasi Bisnis Fintech Tanah Air di WEF 2026“