Harga Apple Naik Secara Global, MacBook dan iPad Terdampak, iPhone Masih Bertahan
Apple resmi menaikkan harga sejumlah perangkatnya di pasar global mulai Jumat (26/6/2026). Penyesuaian harga ini mencakup berbagai lini produk, mulai dari MacBook, iPad, Mac Studio, HomePod, Apple TV, hingga Vision Pro. Di sisi lain, harga iPhone masih belum mengalami perubahan sehingga menjadi kabar baik bagi calon pembeli.
Kenaikan harga tersebut menjadi salah satu langkah yang cukup jarang dilakukan Apple. Perusahaan menjelaskan bahwa lonjakan biaya komponen, terutama memori, membuat biaya produksi meningkat sehingga penyesuaian harga tidak lagi dapat dihindari.
CEO Apple, Tim Cook, sebelumnya mengakui perusahaan telah berupaya menyerap kenaikan biaya agar tidak sepenuhnya dibebankan kepada konsumen. Namun, kondisi rantai pasok global membuat ruang untuk mempertahankan harga semakin terbatas.
“Kami telah melakukan yang terbaik untuk melindungi pelanggan dari kenaikan biaya, tetapi situasinya kini sudah tidak berkelanjutan,” ujar Tim Cook dalam wawancaranya dengan The Wall Street Journal.
baca juga”LG Perkenalkan Smart Home AI untuk Pasar Indonesia“
MacBook Menjadi Lini dengan Kenaikan Harga Terbesar
Di antara seluruh produk Apple yang mengalami penyesuaian harga, lini MacBook menjadi kategori dengan kenaikan paling signifikan.
MacBook Neo yang baru diperkenalkan beberapa bulan lalu kini dijual seharga USD699, naik USD100 dibanding harga peluncurannya yang berada di angka USD599. Dengan asumsi kurs sekitar Rp18.000 per dolar AS, kenaikan tersebut setara dengan sekitar Rp1,8 juta.
MacBook Air 13 inci juga mengalami kenaikan dari USD1.099 menjadi USD1.299. Sementara itu, MacBook Pro 14 inci kini dibanderol USD1.999 setelah naik USD300.
Kenaikan terbesar terjadi pada MacBook Pro 16 inci. Laptop premium tersebut kini dijual USD2.999 atau meningkat USD500 dibanding harga sebelumnya.
Tak hanya MacBook, desktop kelas profesional seperti Mac Studio juga ikut terdampak. Varian Mac Studio M4 Max naik menjadi USD2.499, sedangkan Mac Studio M3 Ultra melonjak hingga USD5.299 atau naik sekitar USD1.300 dari harga sebelumnya.
Penyesuaian harga ini menunjukkan bahwa perangkat dengan spesifikasi tinggi menerima dampak paling besar dari meningkatnya biaya komponen.
Harga iPad Ikut Naik di Semua Segmen
Apple juga menaikkan harga hampir seluruh keluarga iPad.
Model iPad reguler kini dijual mulai USD449, naik USD100 dibanding sebelumnya. iPad mini kini dibanderol USD599, sedangkan iPad Air 11 inci naik menjadi USD749.
Pada kategori premium, iPad Pro 11 inci kini dijual USD1.199, sementara iPad Pro 13 inci mencapai USD1.499.
Kenaikan harga tersebut membuat selisih harga antarseri iPad semakin besar. Namun Apple tetap mempertahankan posisi setiap model sesuai segmen pengguna, mulai dari pelajar hingga profesional kreatif.
HomePod, Apple TV, dan Vision Pro Juga Mengalami Penyesuaian
Tidak hanya komputer dan tablet, perangkat hiburan serta smart home Apple juga masuk dalam daftar produk yang mengalami kenaikan harga.
HomePod mini kini dijual USD129 setelah sebelumnya dibanderol USD99. HomePod reguler naik menjadi USD349, sedangkan Apple TV mengalami kenaikan cukup besar dari USD129 menjadi USD199.
Headset mixed reality Vision Pro juga ikut mengalami penyesuaian. Harga perangkat tersebut kini mencapai USD3.699 atau naik USD200 dibanding sebelumnya.
Kenaikan pada berbagai kategori produk menunjukkan bahwa tekanan biaya produksi tidak hanya terjadi pada perangkat komputasi, tetapi juga memengaruhi seluruh ekosistem perangkat keras Apple.
Daftar Produk Apple yang Mengalami Kenaikan Harga
Berikut ringkasan beberapa produk Apple yang mengalami penyesuaian harga secara global:
| Produk | Harga Lama | Harga Baru | Kenaikan |
|---|---|---|---|
| HomePod mini | USD99 | USD129 | USD30 |
| HomePod | USD299 | USD349 | USD50 |
| Apple TV | USD129 | USD199 | USD70 |
| iPad | USD349 | USD449 | USD100 |
| iPad mini | USD499 | USD599 | USD100 |
| iPad Air 11 inci | USD599 | USD749 | USD150 |
| iPad Pro 11 inci | USD999 | USD1.199 | USD200 |
| iPad Pro 13 inci | USD1.299 | USD1.499 | USD200 |
| MacBook Neo | USD599 | USD699 | USD100 |
| MacBook Air 13 inci | USD1.099 | USD1.299 | USD200 |
| MacBook Pro 14 inci | USD1.699 | USD1.999 | USD300 |
| MacBook Pro 16 inci | USD2.499 | USD2.999 | USD500 |
| iMac | USD1.299 | USD1.499 | USD200 |
| Mac Studio M4 Max | USD1.999 | USD2.499 | USD500 |
| Mac Studio M3 Ultra | USD3.999 | USD5.299 | USD1.300 |
| Vision Pro | USD3.499 | USD3.699 | USD200 |
Estimasi konversi rupiah dapat berubah mengikuti nilai tukar dolar AS terhadap rupiah pada saat transaksi dilakukan.
Mengapa Apple Menaikkan Harga Produknya?
Salah satu penyebab utama kenaikan harga adalah meningkatnya biaya komponen memori yang digunakan pada hampir seluruh perangkat Apple.
Selain memori, industri elektronik global masih menghadapi tekanan dari biaya manufaktur, logistik, dan rantai pasok. Kondisi tersebut membuat banyak produsen teknologi melakukan penyesuaian harga agar tetap menjaga margin keuntungan sekaligus memastikan pasokan produk tetap tersedia.
Apple selama beberapa tahun dikenal cukup jarang melakukan kenaikan harga secara serentak. Karena itu, keputusan kali ini menjadi perhatian pasar dan konsumen di berbagai negara.
iPhone Belum Mengalami Kenaikan Harga
Di tengah penyesuaian harga hampir seluruh lini produk, Apple masih mempertahankan harga iPhone.
Seluruh model iPhone yang dipasarkan secara global saat ini tetap dijual dengan banderol lama. Begitu pula dengan AirPods, Apple Pencil, dan Studio Display yang belum mengalami perubahan harga.
Keputusan mempertahankan harga iPhone diduga berkaitan dengan tingginya persaingan di pasar smartphone premium. Menjaga harga tetap stabil dapat membantu Apple mempertahankan daya saing menjelang peluncuran generasi iPhone berikutnya.
Meski demikian, kondisi tersebut belum tentu berlangsung dalam jangka panjang. Apabila harga komponen memori terus meningkat dan biaya produksi kembali naik, bukan tidak mungkin Apple akan melakukan penyesuaian harga pada lini iPhone di masa mendatang.
Bagi konsumen yang berencana membeli MacBook, iPad, atau perangkat Apple lainnya, kenaikan harga global ini menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan. Walaupun dampaknya di setiap negara dapat berbeda karena dipengaruhi pajak, kurs mata uang, dan kebijakan distributor, tren kenaikan harga menunjukkan bahwa biaya perangkat teknologi premium masih berpotensi meningkat dalam beberapa waktu ke depan.
baca juga”Pasar Smartwatch Global Tumbuh 4 Persen, Ini Perangkat Paling Laris“