Huawei Perkenalkan Fintelligent AI untuk Percepat Transformasi Keuangan
Huawei memperkenalkan Solusi Fintelligent AI dalam Global Finance Summit yang menjadi bagian dari HUAWEI CONNECT 2026. Inisiatif tersebut diarahkan untuk membantu institusi keuangan membangun kemampuan AI yang dapat dikembangkan dan dikelola sesuai kebutuhan masing-masing.
CEO Huawei Digital Finance BU Jason Cao memaparkan gagasan “Own Your AI, Own Your Intelligence” melalui sesi bertajuk “Owning Your AI, Advancing Agentic Banking”. Konsep tersebut menempatkan kemampuan mengelola AI sebagai bagian penting dari transformasi bisnis sektor keuangan.
Baca Juga “IABC Indonesia: AI Lahirkan Mandat Baru bagi Komunikator“
Huawei melihat penerapan AI di industri keuangan menghadapi sejumlah tantangan. Aspek keamanan, kemampuan memperluas penggunaan, efisiensi biaya, serta keberlanjutan menjadi faktor yang perlu diperhatikan ketika AI diterapkan dalam skala besar.
Tiga Intelligent Factory Menjadi Fondasi Fintelligent AI
Solusi Fintelligent AI Huawei dibangun melalui tiga komponen utama. Ketiganya terdiri dari Agent Factory, Token Factory, dan Data-Knowledge Factory.
Agent Factory ditujukan untuk membangun serta mengelola agen AI dalam skala perusahaan. Token Factory mengatur penggunaan Token agar lebih efisien sepanjang siklus operasional.
Sementara itu, Data-Knowledge Factory mengolah data dan informasi organisasi menjadi aset pengetahuan. Ketiga komponen tersebut menghubungkan data, pengetahuan, Token, dan agen dalam sebuah arsitektur yang terintegrasi.
Pendekatan tersebut diarahkan untuk membantu lembaga keuangan mengembangkan AI dari sekadar aplikasi individual menjadi kapabilitas yang dapat digunakan lintas fungsi.
Jason Cao mengatakan persaingan AI di sektor keuangan kini berkembang dari kemampuan model menuju kemampuan sistem AI secara menyeluruh.
Menurut dia, institusi keuangan perlu memiliki kendali terhadap cara memilih, menjalankan, memperluas, dan mengembangkan AI. Huawei menyatakan akan bekerja sama dengan pelanggan dan mitra melalui arsitektur terbuka, platform, serta infrastruktur komputasi.
Agent Factory Dorong Penggunaan AI Lintas Organisasi
Agent Factory dirancang untuk mendukung proses pembangunan, pengoperasian, dan pengelolaan agen AI dalam jumlah besar. Platform tersebut memungkinkan perusahaan mengembangkan agen untuk berbagai kebutuhan bisnis.
Huawei juga mengembangkan openJiuwen sebagai platform agen open source. Platform ini mendukung kolaborasi multi-agen dengan rancangan yang disesuaikan dengan kebutuhan komputasi dan operasional industri keuangan.
openJiuwen memiliki tiga kemampuan utama. Platform tersebut mengutamakan operasional jangka panjang, menyediakan komponen yang disesuaikan dengan kebutuhan sektor keuangan, serta menggabungkan pengembangan dan pengoperasian dalam satu lingkungan.
Melalui pendekatan tersebut, institusi keuangan dapat menggunakan satu fondasi untuk membangun, menjalankan, mengatur, dan mengelola agen. Aset agen juga dapat dikumpulkan dan digunakan kembali sesuai kebutuhan organisasi.
TokeNexus Kelola Penggunaan Token AI
Huawei turut memperkenalkan TokeNexus sebagai sistem pengelolaan Token secara menyeluruh. Solusi tersebut mencakup tahapan perencanaan, produksi, penjadwalan, hingga optimalisasi penggunaan Token.
Pengelolaan terintegrasi tersebut dirancang untuk membantu institusi keuangan mengendalikan biaya ketika penggunaan AI semakin luas. Pada saat yang sama, sistem ditujukan untuk menjaga kinerja dan kesinambungan pasokan.
Huawei mengintegrasikan pengelolaan Token dari tahap awal hingga akhir siklus operasional. Pendekatan tersebut memungkinkan institusi mengawasi penggunaan sumber daya AI secara lebih terstruktur.
Kebutuhan pengelolaan Token menjadi semakin penting ketika organisasi mulai menggunakan model AI dan agen dalam jumlah besar. Pengendalian penggunaan sumber daya dapat berpengaruh terhadap biaya serta kemampuan sistem mempertahankan kinerja.
Data-Knowledge Factory Bangun Domain Intelligence
Komponen ketiga dalam solusi Fintelligent AI adalah Data-Knowledge Factory. Huawei menggunakannya untuk mengolah data, dokumen, serta aturan bisnis milik institusi keuangan menjadi pengetahuan yang dapat digunakan agen AI.
Pengetahuan tersebut kemudian dapat dikembangkan secara bertahap menjadi Domain Intelligence. Dengan pendekatan ini, setiap bank dapat membangun aset kecerdasan yang sesuai dengan proses dan kebutuhan bisnisnya.
Huawei juga meluncurkan Financial Agentic Data Solution dalam agenda tersebut. Solusi ini dirancang untuk menyediakan data dan pengetahuan berkualitas bagi agen keuangan.
Pengembangan data dan pengetahuan ditempatkan sebagai fondasi bagi penggunaan agen. Alurnya dimulai dari penyediaan data, kemudian berlanjut pada pengolahan hingga menghasilkan pengetahuan yang dapat dimanfaatkan oleh sistem AI.
Huawei AI Coding Dukung Modernisasi Sistem Lama
Huawei turut memperkenalkan pendekatan AI Coding untuk membantu modernisasi sistem inti. Teknologi tersebut menggunakan pendekatan berbasis ontologi untuk mengidentifikasi aturan bisnis yang tersimpan dalam kode sistem lama.
Aturan tersebut kemudian diubah menjadi aset pengetahuan yang dapat digunakan kembali. Dengan demikian, informasi penting dalam sistem lama dapat dipahami dan dimanfaatkan oleh teknologi AI.
Pendekatan ini menjadi relevan bagi institusi keuangan yang masih mengandalkan sistem lama dalam menjalankan fungsi bisnis. Modernisasi dapat dilakukan dengan tetap memanfaatkan pengetahuan bisnis yang telah tertanam dalam sistem sebelumnya.
Huawei Rilis Global Financial Lighthouse 2026
Dalam Global Finance Summit, Huawei juga meluncurkan “2026 Huawei Global Financial Lighthouse”. Program tersebut dikembangkan bersama perwakilan industri perbankan, asuransi, sekuritas, serta mitra teknologi.
Inisiatif tersebut menampilkan sembilan praktik lighthouse dari sektor keuangan. Praktik tersebut ditujukan sebagai referensi bagi institusi yang tengah mengembangkan transformasi digital dan penerapan AI.
Kehadiran berbagai sektor dalam inisiatif tersebut menunjukkan bahwa penerapan AI tidak hanya menyasar perbankan. Teknologi serupa juga dapat diterapkan dalam industri asuransi dan sekuritas dengan kebutuhan bisnis yang berbeda.
Huawei Layani Ribuan Institusi Keuangan Global
Huawei menyebut perusahaan telah memiliki pengalaman selama 16 tahun dalam melayani industri keuangan. Hingga saat ini, perusahaan mengklaim telah melayani lebih dari 7.100 pelanggan sektor keuangan.
Pelanggan tersebut tersebar di lebih dari 80 negara dan wilayah. Huawei juga menyatakan telah melayani 54 dari 100 bank terbesar di dunia.
Melalui Solusi Fintelligent AI, Huawei mengarahkan pengembangan teknologi menuju model Agentic Finance. Fokusnya mencakup pembangunan agen, pengelolaan Token, serta pengembangan aset data dan pengetahuan secara terintegrasi.
Konsep “Own Your AI, Own Your Intelligence” menjadi bagian utama dari pendekatan tersebut. Huawei menempatkan institusi keuangan sebagai pihak yang tetap memiliki kendali terhadap pengembangan dan pemanfaatan AI.
Ke depan, penerapan AI di sektor keuangan tidak hanya bergantung pada kemampuan sebuah model. Pengelolaan infrastruktur, data, pengetahuan, agen, keamanan, serta biaya juga menjadi bagian penting dalam membangun sistem AI yang dapat digunakan secara berkelanjutan.
Baca Juga “TelkomGroup-Danantara Siapkan Data Center Sovereign AI Indonesia“