Indonesia Siap Bangun AI Factory 1 GW Terbesar di ASEAN

AI Factory 1 GW

Indonesia Siapkan AI Factory 1 GW di Batang Mulai 2027

Indonesia menyiapkan pembangunan AI Factory berkapasitas hingga 1 gigawatt (GW) di Batang, Jawa Tengah. Fasilitas tersebut ditargetkan mulai dibangun pada paruh pertama 2027.

Proyek ini diproyeksikan menjadi salah satu infrastruktur AI terbesar di Asia Tenggara. Kapasitas awal fasilitas ditargetkan mencapai sekitar 200 megawatt (MW), kemudian meningkat secara bertahap hingga 1 GW dalam tiga tahun.

Pengembangan AI Factory menjadi bagian dari upaya Indonesia memperkuat kapasitas komputasi nasional. Pemerintah juga ingin membangun ekosistem AI yang dapat mendukung kebutuhan sektor pemerintahan, industri, pendidikan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Baca Juga “Telkomsel Dorong Pertumbuhan Ekosistem Kreator AI Indonesia melalui AI Cinefest 2026

Zankore Libatkan Indosat, Ooredoo, Nokia, dan NVIDIA

Pembangunan AI Factory tersebut diwujudkan melalui Zankore by Indosat. Inisiatif ini melibatkan Indosat Ooredoo Hutchison, Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurutnya, komitmen perusahaan teknologi global menunjukkan meningkatnya kepercayaan terhadap potensi ekonomi digital Indonesia.

“Kehadiran AI Factory ini akan memperkuat posisi Indonesia sebagai AI Hub regional, karena mampu melayani kebutuhan nasional sekaligus kawasan,” ujar Meutya, dikutip dari Antara.

Kolaborasi dengan perusahaan teknologi global juga memperkuat fondasi infrastruktur AI Indonesia. Sebelumnya, Indosat bersama Nokia dan NVIDIA telah mengembangkan teknologi AI-RAN untuk mengintegrasikan kemampuan AI dengan jaringan telekomunikasi.

Apa Itu AI Factory dan Bedanya dengan Data Center?

AI Factory merupakan infrastruktur komputasi berskala besar yang dirancang khusus untuk pengembangan dan pengoperasian layanan kecerdasan artifisial.

Konsep tersebut memiliki cakupan lebih luas dibandingkan pusat data konvensional. AI Factory menggabungkan pusat data, GPU berperforma tinggi, jaringan, penyimpanan, layanan GPU-as-a-Service, orkestrasi, pengelolaan beban kerja, serta operasional AI.

Infrastruktur tersebut memungkinkan proses pelatihan dan pengoperasian model AI berlangsung dengan kapasitas komputasi yang besar. Ketersediaan komputasi menjadi salah satu fondasi penting dalam pengembangan AI nasional.

Indonesia sebelumnya juga telah mengembangkan fasilitas AI-ready. Pada 2024, BDx Indonesia meluncurkan AI data center park dengan NVIDIA accelerated computing sebagai salah satu fondasi pengembangan sovereign AI di Indonesia.

AI Factory Batang Dimulai dengan Kapasitas 200 MW

Tahap pertama pembangunan AI Factory direncanakan berlangsung pada paruh pertama 2027 di Batang. Fasilitas tersebut akan memulai operasinya dengan kapasitas sekitar 200 MW.

Kapasitas kemudian ditargetkan meningkat secara bertahap hingga mencapai 1 GW dalam tiga tahun. Jika target tersebut terealisasi, fasilitas ini akan memiliki skala komputasi yang sangat besar untuk mendukung kebutuhan AI di Indonesia dan kawasan.

Pembangunan dalam beberapa tahap memungkinkan kapasitas infrastruktur disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan komputasi. Pemerintah dan mitra proyek juga dapat mengembangkan ekosistem layanan secara bertahap.

Investasi Infrastruktur AI Membutuhkan Modal Besar

AI Factory membutuhkan infrastruktur dengan kebutuhan energi dan komputasi yang jauh lebih besar dibandingkan fasilitas digital biasa. GPU berperforma tinggi, sistem pendingin, jaringan, penyimpanan, dan pasokan listrik menjadi komponen penting dalam operasionalnya.

Berdasarkan kajian yang disebut dalam materi proyek, investasi infrastruktur AI end-to-end diperkirakan mencapai sekitar US$50 juta atau sekitar Rp894 miliar untuk setiap 1 MW kapasitas komputasi.

Jika menggunakan angka tersebut sebagai ilustrasi, kapasitas 1.000 MW akan menghasilkan kebutuhan investasi teoritis sekitar US$50 miliar. Namun, angka tersebut bukan nilai investasi resmi proyek Zankore dan tidak boleh diperlakukan sebagai estimasi final pembangunan AI Factory Batang.

Besarnya kebutuhan infrastruktur menunjukkan bahwa pengembangan AI tidak hanya membutuhkan model dan perangkat lunak. Indonesia juga memerlukan kapasitas komputasi, jaringan, energi, pusat data, dan sumber daya manusia yang memadai.

AI Factory Akan Mendukung Sahabat-AI

AI Factory tersebut juga direncanakan menjadi bagian dari ekosistem Sahabat-AI. Platform tersebut menggunakan model bahasa besar atau Large Language Model (LLM) open-source dengan kapasitas 70 miliar parameter.

Sahabat-AI dikembangkan untuk memahami konteks bahasa Indonesia dan sejumlah bahasa daerah. Bahasa yang disebut dalam pengembangannya mencakup Jawa, Sunda, Bali, dan Batak.

Pengembangan model lokal dapat membantu menghadirkan teknologi AI yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Sebelumnya, GoTo dan Indosat telah meluncurkan Sahabat-AI dengan model 70 miliar parameter pada 2025.

Token-as-a-Service Ditujukan untuk Perluas Akses AI

Ekosistem tersebut juga akan menawarkan layanan Token-as-a-Service. Layanan ini ditujukan untuk memberikan akses terhadap kemampuan komputasi AI kepada lebih banyak pengguna.

Penggunanya dapat mencakup pelaku usaha, pengembang aplikasi, kementerian dan lembaga, serta UMKM. Model layanan tersebut diharapkan membuat pemanfaatan kemampuan AI lebih mudah dijangkau tanpa setiap pengguna harus membangun infrastruktur komputasi sendiri.

Pendekatan ini sejalan dengan kebutuhan Indonesia untuk memperluas pemanfaatan AI secara produktif. Pemerintah sebelumnya menyatakan ingin menggeser posisi Indonesia dari sekadar pasar digital menjadi pusat inovasi AI di kawasan.

AI Factory Jadi Bagian dari Ekosistem AI Nasional

Pemerintah tidak memosisikan AI Factory hanya sebagai pembangunan pusat data berkapasitas besar. Infrastruktur tersebut diarahkan menjadi salah satu fondasi ekosistem AI nasional yang menghubungkan komputasi, model AI, jaringan, layanan digital, dan pengguna.

Pengembangan infrastruktur juga perlu berjalan bersama peningkatan talenta dan tata kelola AI. Indosat sebelumnya menekankan bahwa kedaulatan AI membutuhkan ekosistem yang mencakup infrastruktur, talenta, inovasi, dan dukungan pemerintah.

Aspek keamanan dan tata kelola data juga menjadi penting ketika kapasitas AI semakin besar. Pemerintah telah menekankan perlunya pengelolaan data yang aman, etis, dan bertanggung jawab dalam pengembangan AI.

Proyek 1 GW Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia

Pembangunan AI Factory berkapasitas 1 GW dapat memperkuat kemampuan Indonesia dalam menyediakan komputasi AI berskala besar. Infrastruktur tersebut juga berpotensi mendukung pengembangan model lokal dan layanan AI untuk berbagai sektor.

Namun, pencapaian target tersebut akan bergantung pada kesiapan pembangunan, pasokan energi, jaringan, teknologi, investasi, serta sumber daya manusia. Integrasi seluruh komponen tersebut menjadi faktor penting agar kapasitas komputasi dapat dimanfaatkan secara produktif.

Jika target pembangunan berjalan sesuai rencana, AI Factory Batang dapat menjadi salah satu tonggak penting dalam strategi Indonesia membangun kemandirian dan daya saing AI. Proyek ini juga akan menjadi ujian penting bagi kemampuan Indonesia mengubah investasi infrastruktur menjadi manfaat ekonomi dan teknologi yang lebih luas.

Baca juga “Belum Lulus, Mahasiswa Pintar AI Sudah Ditawari Gaji Fantastis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *