Mak-mak Yogyakarta Belajar Promosi Produk dengan AI

Yogyakarta

Pelatihan AI di Yogyakarta Bantu Ibu Rumah Tangga Kembangkan Bisnis Kuliner
Perempuan Pelaku UMKM Diperkenalkan Cara Promosi Digital dengan ChatGPT

Puluhan ibu rumah tangga di Yogyakarta mengikuti pelatihan kewirausahaan berbasis teknologi yang digelar Yayasan Indonesia Setara bersama komunitas Sahabat Sandi. Program tersebut dirancang untuk membantu perempuan mengembangkan usaha rumahan melalui keterampilan produksi dan pemasaran digital berbasis AI.

Kegiatan yang berlangsung di GadeSpace Lempuyangan itu diikuti 43 peserta dari berbagai latar belakang usaha mikro. Selain belajar membuat produk makanan kekinian, peserta juga diperkenalkan pada penggunaan teknologi kecerdasan buatan untuk mendukung promosi bisnis.

Baca Juga “AI Tiba-Tiba Jadi Komunis, Gerah Disalahkan Terus oleh Manusia

Dalam pelatihan tersebut, peserta mempraktikkan pembuatan Fruit Tartlet dan Dubai Cookies sebagai produk usaha yang memiliki peluang pasar cukup besar di sektor kuliner rumahan.

Namun, fokus kegiatan tidak hanya pada produksi makanan. Para peserta juga mendapatkan materi pemanfaatan ChatGPT untuk membantu mencari ide usaha, membuat konsep promosi, hingga menyusun konten pemasaran di media sosial.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan teknologi digital kepada pelaku UMKM perempuan agar lebih siap menghadapi persaingan bisnis modern.

Teknologi AI Mulai Dimanfaatkan Pelaku Usaha Kecil

Pelatihan ini memperlihatkan bagaimana kecerdasan buatan mulai digunakan dalam aktivitas usaha skala mikro. Peserta diajarkan membuat kalimat promosi produk menggunakan ChatGPT, lalu mengembangkannya menjadi poster pemasaran sederhana.

Bagi sebagian peserta, penggunaan AI menjadi pengalaman baru karena sebelumnya promosi usaha dilakukan secara manual dan terbatas pada jaringan sekitar.

Melalui teknologi AI, proses pembuatan materi pemasaran dinilai menjadi lebih cepat dan praktis. Pelaku usaha tidak perlu memiliki kemampuan desain profesional untuk membuat konten promosi yang menarik.

Pemanfaatan AI dalam bisnis kecil juga dianggap mampu membantu UMKM menekan biaya pemasaran sekaligus meningkatkan kualitas komunikasi dengan konsumen.

Seiring berkembangnya ekonomi digital, kemampuan menggunakan teknologi seperti AI mulai menjadi keterampilan penting bagi pelaku usaha rumahan dan sektor informal.

Sandiaga Uno Dorong Perempuan Lebih Mandiri Secara Ekonomi

Founder Yayasan Indonesia Setara Sandiaga Uno mengatakan program pelatihan tersebut bertujuan membuka peluang usaha baru bagi perempuan sekaligus meningkatkan daya saing UMKM lokal.

Menurut Sandiaga, perempuan memiliki peran besar dalam menggerakkan ekonomi keluarga dan lingkungan sekitar. Karena itu, akses terhadap pelatihan bisnis dan teknologi perlu diperluas.

Ia menilai penguasaan keterampilan digital dapat membantu pelaku usaha perempuan memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan secara lebih berkelanjutan.

“Perempuan harus yakin bahwa mereka mampu mandiri secara ekonomi dan mengembangkan usahanya sendiri,” ujar Sandiaga dalam keterangannya.

Ia juga mengingatkan pentingnya membangun relasi dan menjaga jaringan usaha karena peluang bisnis sering muncul melalui komunitas dan hubungan baik dengan orang lain.

Peserta Langsung Mendapat Pesanan Produk

Salah satu peserta bernama Emy merasakan dampak langsung setelah mengikuti pelatihan tersebut. Ia memperoleh pesanan ratusan produk kuliner dengan nilai penjualan jutaan rupiah.

Emy menerima pesanan sebanyak 370 produk dengan harga sekitar Rp12 ribu per buah. Dari transaksi itu, total omzet yang diperoleh diperkirakan mencapai Rp4,4 juta.

Capaian tersebut menjadi contoh bahwa pelatihan keterampilan dan pemasaran digital dapat membuka peluang ekonomi baru bagi ibu rumah tangga.

Menurut penyelenggara, keberhasilan peserta mendapatkan pesanan dalam waktu singkat menunjukkan pentingnya kombinasi antara keterampilan produksi, promosi digital, dan jejaring usaha.

Digitalisasi UMKM Dinilai Semakin Penting

Dalam beberapa tahun terakhir, digitalisasi menjadi salah satu tantangan sekaligus peluang bagi UMKM di Indonesia. Banyak pelaku usaha kecil mulai memanfaatkan media sosial dan platform digital untuk memperluas pasar.

Penggunaan AI seperti ChatGPT dinilai dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan efisiensi promosi dan mempercepat proses pembuatan konten pemasaran.

Selain sektor kuliner, teknologi AI juga mulai dimanfaatkan dalam usaha fesyen, kerajinan, hingga jasa kreatif skala kecil.

Pelatihan seperti yang digelar di Yogyakarta menunjukkan bahwa teknologi digital kini semakin mudah diakses oleh masyarakat, termasuk ibu rumah tangga yang baru memulai usaha.

Ke depan, program pemberdayaan berbasis teknologi diperkirakan akan semakin dibutuhkan untuk membantu UMKM lokal bertahan dan berkembang di tengah perubahan pola bisnis digital.

Baca Juga “Claude Disebut AI Paling Baik, Ini Sosok Perempuan di Baliknya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *