Uni Eropa Desak Meta Buka Akses AI Pihak Ketiga di WhatsApp Gratis
Komisi Eropa mengambil langkah tegas terhadap Meta dengan mewajibkan perusahaan tersebut kembali membuka akses chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI) pihak ketiga di WhatsApp tanpa biaya tambahan. Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga persaingan yang sehat di industri AI dan mencegah penyalahgunaan dominasi pasar digital.
Perselisihan antara regulator Uni Eropa dan Meta bermula setelah perusahaan tersebut menghentikan akses chatbot AI eksternal ke ekosistem WhatsApp pada November 2025. Sebagai penggantinya, Meta menghadirkan layanan AI generatif miliknya sendiri secara langsung kepada miliaran pengguna aplikasi pesan tersebut.
baca juga”Alipay vs WeChat Pay, Mana Lebih Untung untuk Pengguna?“
Komisi Eropa Selidiki Dugaan Praktik Monopoli Meta
Komisi Eropa menilai kebijakan Meta berpotensi melanggar aturan persaingan usaha di kawasan Eropa. Investigasi terhadap perusahaan teknologi itu telah dimulai sejak Desember 2025 untuk menilai apakah Meta menggunakan posisi dominannya dalam layanan pesan instan untuk menghambat perkembangan kompetitor AI.
Menurut regulator, tindakan cepat diperlukan karena perkembangan teknologi AI berlangsung sangat pesat. Jika dibiarkan terlalu lama, pembatasan akses terhadap pengembang AI lain berpotensi menciptakan kerugian yang sulit diperbaiki dalam struktur persaingan pasar digital.
Komisi Eropa menyatakan intervensi sementara dilakukan untuk mencegah dampak serius terhadap inovasi dan keberagaman layanan AI yang tersedia bagi pengguna.
Penutupan WhatsApp Business API Dinilai Hambat Persaingan AI
Salah satu fokus utama penyelidikan adalah keputusan Meta yang membatasi akses pengembang AI pihak ketiga melalui WhatsApp Business API. Komisi Eropa menduga kebijakan tersebut bertujuan memperkuat posisi layanan AI milik Meta dan mempersempit ruang bagi pesaing untuk berkembang.
Regulator Eropa menyebut Meta memiliki posisi dominan dalam pasar aplikasi pesan instan di Wilayah Ekonomi Eropa. Karena itu, perusahaan diwajibkan memastikan akses platform tidak digunakan untuk menghalangi inovasi dari pihak lain.
Meta Sempat Membuka Akses AI dengan Sistem Berbayar
Pada Maret 2026, Meta sempat mengubah kebijakannya dengan kembali mengizinkan chatbot AI pihak ketiga masuk ke WhatsApp. Namun, perusahaan menerapkan skema biaya bagi pengembang yang ingin menggunakan integrasi tersebut.
Komisi Eropa menilai model berbayar itu tetap dapat menciptakan hambatan bagi pengembang independen, terutama perusahaan yang memiliki sumber daya terbatas. Oleh sebab itu, regulator meminta Meta mengembalikan kondisi akses seperti sebelum pembatasan diberlakukan.
WhatsApp Harus Menyediakan Akses AI Gratis Hingga Ada Keputusan Final
Melalui keputusan sementara tersebut, Meta harus menyediakan akses gratis bagi layanan AI pihak ketiga di WhatsApp hingga Komisi Eropa mengeluarkan keputusan akhir terkait dugaan pelanggaran antimonopoli.
Kasus ini menjadi salah satu contoh meningkatnya pengawasan pemerintah terhadap perusahaan teknologi besar yang memiliki pengaruh besar dalam ekosistem digital. Regulasi yang lebih ketat diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara inovasi, kompetisi, dan perlindungan bagi pengembang teknologi.
Keputusan final dari Komisi Eropa nantinya akan menjadi penentu arah hubungan antara platform besar dan pengembang AI pihak ketiga di masa depan, terutama ketika teknologi kecerdasan buatan semakin terintegrasi dalam layanan digital sehari-hari.
baca juga”Fitur Baru WhatsApp Bikin Pesan Terhapus Setelah Dibaca, Apa Bedanya dari View Once?“