Samsung Gunakan AI untuk Blokir Banjir Iklan HP

samsung

Samsung Uji Fitur AI untuk Blokir Notifikasi Iklan di HP Galaxy

Samsung dikabarkan mulai menguji fitur baru berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk memblokir banjir notifikasi iklan di perangkat Galaxy. Fitur tersebut hadir melalui pembaruan sistem One UI terbaru yang mulai digulirkan di Amerika Serikat.

Baca Juga “Teknologi AI pada HP Semakin Canggih, Aktivitas Pengguna Jadi Lebih Mudah dan Efisien

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Samsung meningkatkan kenyamanan pengguna di tengah meningkatnya jumlah aplikasi yang mengirim notifikasi promosi secara berlebihan.

One UI 8 Hadirkan Sistem Pemblokiran Notifikasi Berbasis AI

Laporan dari Android Central menyebut fitur pemblokiran iklan mulai muncul dalam pembaruan One UI 8 yang dirilis pada 12 Mei 2026. Samsung menyediakan dua mode pemblokiran notifikasi, yaitu “basic” dan “intelligent”.

Mode basic bekerja dengan sistem penyaringan standar terhadap notifikasi aplikasi. Sementara itu, mode intelligent menggunakan teknologi analisis yang lebih canggih untuk mendeteksi pola notifikasi yang dianggap sebagai iklan.

Sistem intelligent blocker akan menganalisis notifikasi yang dikirim aplikasi. Jika notifikasi teridentifikasi sebagai spam atau promosi berlebihan, sistem akan membatasi aktivitas aplikasi tersebut agar tidak terus mengganggu pengguna.

Samsung disebut memanfaatkan teknologi AI untuk memahami pola perilaku aplikasi secara otomatis. Pendekatan ini memungkinkan fitur bekerja lebih adaptif pada berbagai jenis aplikasi tanpa perlu pengaturan manual yang rumit.

Fitur tersebut hadir bersamaan dengan pembaruan aplikasi Device Care versi 13.8.80.7. Dalam deskripsi pembaruan, Samsung menyebut aplikasi yang terlalu sering mengirim iklan dapat dialihkan ke mode deep sleep.

Mode tersebut membuat aplikasi berjalan lebih terbatas di latar belakang sehingga frekuensi notifikasi promosi dapat dikurangi secara signifikan.

Samsung Perkuat Ekosistem AI di Perangkat Galaxy

Kehadiran intelligent blocker sebenarnya sudah mulai dibicarakan sejak akhir 2025. Namun saat itu belum ada kepastian mengenai implementasi teknologi tersebut pada sistem Android Samsung secara menyeluruh.

Melalui pembaruan terbaru ini, Samsung tampaknya mulai memperluas penggunaan AI ke berbagai fitur sistem operasi, tidak hanya pada kamera atau asisten digital.

Selain pemblokiran notifikasi iklan, One UI 8 dan One UI 8.5 juga membawa fitur lain berbasis AI, termasuk penyaringan panggilan otomatis dan alat pengeditan pintar.

Samsung dinilai semakin serius membangun ekosistem Galaxy AI untuk meningkatkan pengalaman pengguna. Teknologi AI kini mulai digunakan untuk mendukung keamanan, efisiensi baterai, personalisasi perangkat, hingga pengelolaan aplikasi.

Pengamat teknologi menilai fitur intelligent blocker bisa menjadi solusi penting bagi pengguna Android yang sering terganggu notifikasi iklan dari aplikasi gratis.

Banyak aplikasi saat ini memanfaatkan notifikasi untuk promosi agresif demi meningkatkan trafik dan penjualan. Kondisi tersebut sering membuat pengguna merasa terganggu karena notifikasi muncul secara berulang sepanjang hari.

Dengan sistem AI, proses penyaringan notifikasi dinilai lebih efektif dibanding metode manual yang mengharuskan pengguna mematikan notifikasi satu per satu.

Update One UI 8 Mulai Digulirkan untuk Seri Galaxy Terbaru

Samsung saat ini mulai menggulirkan pembaruan One UI 8 secara bertahap di Amerika Serikat. Setelah melewati masa pengujian panjang, perusahaan disebut optimistis sistem terbaru tersebut siap digunakan pada berbagai perangkat Galaxy.

Seri Samsung Galaxy S25 menjadi salah satu perangkat yang diperkirakan memperoleh fitur baru tersebut lebih awal.

Selain fitur AI, pengguna juga akan menemukan sejumlah penyesuaian kecil pada tampilan antarmuka atau user interface (UI). Pembaruan ini dirancang untuk meningkatkan stabilitas sistem sekaligus memberikan pengalaman penggunaan yang lebih modern.

Samsung belum memberikan kepastian kapan fitur intelligent blocker akan tersedia secara global. Namun, kehadiran fitur ini menunjukkan tren baru industri smartphone yang semakin mengandalkan AI untuk meningkatkan kenyamanan pengguna sehari-hari.

Ke depan, teknologi AI diperkirakan akan semakin banyak digunakan dalam pengelolaan sistem perangkat mobile, termasuk penyaringan spam, perlindungan privasi, hingga pengaturan performa aplikasi secara otomatis.

Dengan perkembangan tersebut, produsen smartphone tidak lagi hanya bersaing dari sisi spesifikasi perangkat keras, tetapi juga kemampuan software cerdas yang mampu memberikan pengalaman pengguna lebih personal dan efisien.

Baca Juga “Indonesia Harus ‘Siap Tempur’ Hadapi Gempuran Teknologi AI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *