Seminar APEC 2026 Bahas Inovasi Desain Berbasis AI

Berbasis AI

Seminar APEC 2026 Bahas Inovasi Desain Berbasis AI

Taiwan Design Research Institute (TDRI) membuka 2026 APEC International Seminar on AI-Driven Design Innovation pada 16 September 2026. Seminar berlangsung selama dua hari dan mempertemukan pakar desain, teknologi, pemerintah, industri, akademisi, serta lembaga penelitian dari kawasan APEC.

Baca Juga “Tolak AI Direm, Insinyur DeepSeek Ibaratkan Anthropic Bak Hitler“

Kegiatan tersebut melibatkan perwakilan dari delapan negara dan pasar ekonomi APEC. Pesertanya berasal dari Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Peru, Filipina, Chinese Taipei, dan Thailand.

Seminar ini membahas pemanfaatan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) dalam pengembangan desain. Forum tersebut juga menjadi ruang pertukaran pengalaman mengenai kebijakan, pengembangan talenta, dan transformasi industri.

TDRI Dorong Integrasi AI dan Teknologi dalam Desain

President TDRI Chi-Yi Chang mengatakan lembaganya terus mendorong integrasi desain dan teknologi. Upaya tersebut mendapat dukungan Department of Industrial Technology (DoIT) di bawah Kementerian Perekonomian Taiwan.

TDRI mengembangkan teknologi AI dan platform aplikasi untuk sektor desain. Pengembangannya diarahkan agar teknologi dapat mendukung kebutuhan praktis dan alur kerja para desainer.

Menurut Chi-Yi Chang, pengembangan tersebut mencakup design knowledge engineering dan berbagai kapabilitas inti AI. Teknologi yang dikembangkan juga meliputi prompt engineering, retrieval-augmented generation (RAG), keterampilan AI, alur kerja, dan agen AI.

Pendekatan tersebut menempatkan AI sebagai bagian dari proses kerja desain. Teknologi tidak hanya digunakan untuk menghasilkan ide, tetapi juga mendukung pencarian informasi dan analisis pada tahap awal pengembangan produk.

Teknologi AI Bantu Efisiensi Riset Produk

TDRI menyebut berbagai inisiatif AI telah mendorong transformasi pada industri desain di Taiwan. Salah satu manfaat yang ditonjolkan adalah peningkatan efisiensi riset pada tahap awal pengembangan produk.

Menurut data yang disampaikan TDRI, sejumlah sarana tersebut dapat membantu perusahaan menekan biaya pengembangan tahunan sebesar 5 hingga 10 persen. Waktu yang diperlukan untuk melakukan analisis data secara manual juga dapat berkurang sekitar 30 persen.

Angka tersebut menggambarkan potensi AI dalam membantu proses kerja yang sebelumnya membutuhkan waktu dan sumber daya besar. Namun, besaran efisiensi dapat berbeda sesuai jenis perusahaan, proses kerja, serta tingkat penerapan teknologi.

Sejumlah perangkat strategi desain AI dan analisis data produk yang dikembangkan TDRI telah digunakan oleh lima asosiasi industri desain utama di Taiwan. Penggunaannya mencakup bidang desain industri, grafis, interior, dan interaksi.

Inovasi Desain AI Diperkenalkan ke Pasar Internasional

Pengembangan teknologi desain berbasis AI TDRI juga memperoleh pengakuan melalui Golden Pin Design Award. Sejumlah teknologi tersebut kemudian diperkenalkan di berbagai negara dan pasar.

Pengenalan tersebut mencakup Amerika Serikat, Italia, Jepang, Filipina, Indonesia, serta sejumlah negara lainnya. Langkah ini memperluas peluang pertukaran pengetahuan mengenai penerapan AI dalam sektor desain.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari konteks seminar APEC. Para peserta dapat membandingkan pendekatan pengembangan teknologi dan kebutuhan industri dari berbagai negara dan pasar ekonomi.

Seminar APEC Bahas Empat Tema Utama

2026 APEC International Seminar on AI-Driven Design Innovation mengangkat empat tema utama. Pembahasannya meliputi tren desain berbasis AI, kebijakan, pengembangan talenta, dan peluang transformasi industri.

Forum tersebut tidak hanya membahas perkembangan teknologi. Para peserta juga mengeksplorasi kebutuhan sumber daya manusia dan kebijakan yang dapat mendukung penerapan AI di sektor desain.

Aspek kolaborasi regional menjadi bagian penting dalam diskusi. Negara dan pasar peserta dapat bertukar pengalaman mengenai tantangan serta peluang penerapan teknologi AI pada industri masing-masing.

Lokakarya Fokus pada Inovasi UMKM Berbasis AI

Seminar juga menghadirkan Lokakarya Inovasi Desain Berbasis AI. Sesi ini mempertemukan para pakar dari negara dan pasar yang berpartisipasi dalam seminar.

Lokakarya membahas pemanfaatan AI untuk memperkuat kemampuan inovasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Peserta juga mengeksplorasi pengembangan talenta, dukungan kebijakan, serta peluang kerja sama regional.

Pembahasan UMKM menjadi relevan karena transformasi digital tidak hanya menyangkut perusahaan teknologi besar. Pemanfaatan AI juga dapat membantu pelaku usaha mengembangkan produk, memahami kebutuhan konsumen, dan mempercepat proses riset.

Peserta Kunjungi Taiwan InnoTech Expo 2026

Rangkaian kegiatan seminar turut mencakup kunjungan ke Taiwan InnoTech Expo (TIE) 2026. Peserta dapat melihat secara langsung berbagai inovasi teknologi yang dikembangkan di Taiwan.

Pameran tersebut menampilkan perkembangan pada bidang AI, semikonduktor, dan sektor teknologi lainnya. Kunjungan memberikan kesempatan bagi peserta untuk menghubungkan pembahasan seminar dengan penerapan teknologi di dunia industri.

Kegiatan tersebut juga memperluas ruang pertukaran pengetahuan antara peserta dari berbagai negara. Pengalaman langsung di lingkungan inovasi dapat menjadi referensi dalam membahas penerapan teknologi di kawasan masing-masing.

TDRI Dorong Kolaborasi Inovasi di Asia Pasifik

Melalui seminar APEC 2026, TDRI ingin membantu UMKM di kawasan Asia Pasifik memanfaatkan peluang dari perkembangan AI. Lembaga tersebut juga mendorong peningkatan kemampuan inovasi melalui pengembangan teknologi dan talenta.

Kolaborasi regional menjadi salah satu arah yang ingin diperkuat melalui forum tersebut. Pertukaran pengalaman dapat membantu negara dan pasar peserta memahami berbagai pendekatan dalam mengembangkan ekosistem desain berbasis AI.

TDRI berharap kerja sama tersebut dapat mendukung ekosistem inovasi yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan. Seminar ini sekaligus menunjukkan semakin luasnya pembahasan mengenai peran AI dalam mengubah proses desain dan pengembangan produk di kawasan Asia Pasifik.

Baca Juga “2 Tahun Microsoft Elevate: Cetak 2,4 Juta Talenta AI Sampai ke Pesantren“

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *