Summer Camp AI di China Bekali Pelajar Hadapi Masa Depan
Kegiatan summer camp untuk anak biasanya menghadirkan aktivitas luar ruang, olahraga, permainan, atau pembelajaran bahasa. Di China, sebagian program liburan kini mengambil pendekatan berbeda dengan menjadikan kecerdasan buatan atau AI sebagai materi utama.
Baca Juga “Australia Perketat Aturan AI di Industri Musik, Lagu AI Terancam Dicoret“
Selama libur musim panas yang berlangsung sekitar Juli hingga Agustus, sejumlah pelajar memilih mengikuti program yang mengajarkan penggunaan AI. Peserta tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga berlatih membuat prompt, menulis kode, dan mengembangkan produk berbasis teknologi.
Tren tersebut terlihat dalam Young Founders AI Camp yang digelar Ant Digital Technologies (Ant DT), unit teknologi dari Ant Group. Program lima hari tersebut berlangsung di kantor pusat Ant Group di Hangzhou dan diikuti 21 peserta berusia 12 hingga 18 tahun.
Pelajar Belajar AI Melalui Proyek Kehidupan Nyata
Salah satu peserta program tersebut adalah Yu Chenhao, pelajar berusia 13 tahun dari Shanghai. Ia menilai kemampuan menggunakan AI sejak dini dapat menjadi bekal menghadapi perubahan dunia kerja.
Yu mengatakan peserta belajar memanfaatkan AI sekaligus memahami cara menciptakan nilai melalui teknologi tersebut. Menurutnya, pemahaman itu dapat membantu generasi muda menghadapi perubahan yang dipicu perkembangan AI.
Selama lima hari, peserta tidak hanya menerima materi mengenai konsep kecerdasan buatan. Mereka juga mengembangkan proyek yang berupaya menyelesaikan persoalan dalam kehidupan sehari-hari.
Kelompok Yu mengembangkan konsep kotak obat pintar. Produk tersebut dirancang untuk membantu lansia mengingat jadwal konsumsi obat serta dosis yang harus diminum.
Model pembelajaran berbasis proyek membuat peserta dapat menghubungkan kemampuan teknologi dengan kebutuhan nyata. Pendekatan tersebut juga memberi ruang bagi pelajar untuk memahami proses pengembangan produk sejak tahap ide hingga penyusunan solusi.
Tencent dan Alibaba Ikut Mengembangkan AI Camp
Program AI untuk pelajar tidak hanya muncul di Ant Group. Sejumlah perusahaan teknologi China lainnya juga mulai memperkenalkan program serupa selama periode liburan sekolah.
Tencent mulai menggelar kamp AI bagi pelajar berusia 13 hingga 18 tahun pada Juni 2026. Materi yang ditawarkan mencakup manajemen produk AI, robotika, dan komputasi kuantum.
Alibaba juga menjalankan program AI camp di kantor pusatnya di Hangzhou. Salah satu pesertanya adalah pelajar berusia 11 tahun bermarga Xu yang mengikuti program selama lima hari pada Juli.
Selain mengikuti sesi praktik coding, peserta juga diperkenalkan dengan lingkungan kerja perusahaan teknologi tersebut. Mereka memanfaatkan Qwen, model bahasa besar milik Alibaba, untuk mengembangkan berbagai tugas.
Qwen Dipakai untuk Latihan Bisnis Digital
Dalam salah satu kegiatan, peserta menggunakan Qwen untuk membuat template rencana bisnis toko online simulasi. Mereka juga memanfaatkannya untuk menyusun deskripsi produk yang ditujukan bagi platform e-commerce Taobao.
Aktivitas tersebut memperluas materi AI dari sekadar kemampuan teknis. Peserta juga belajar menghubungkan teknologi dengan pemasaran, pengembangan produk, dan kebutuhan bisnis digital.
Salah satu peserta menyebut pengalaman tersebut memberikan pengetahuan yang tidak selalu ditemukan dalam materi pembelajaran sekolah. Pengalaman praktis menjadi bagian penting dari program karena peserta dapat melihat penerapan AI secara langsung.
Biaya AI Camp di China Sangat Beragam
Pertumbuhan AI camp turut menciptakan variasi program dengan biaya yang berbeda. Belum terdapat angka resmi mengenai jumlah program AI camp yang tersedia di China.
Biaya sejumlah program komersial berkisar dari beberapa ratus yuan hingga lebih dari 20.000 yuan. Program yang digelar di Beijing dan Shanghai selama beberapa hari umumnya memiliki biaya mulai sekitar 6.000 yuan.
Program AI camp di Hong Kong dapat menelan biaya lebih dari 10.000 yuan. Sementara program di luar negeri dapat mencapai sekitar 30.000 yuan, bergantung pada durasi dan fasilitas yang ditawarkan.
Young Founders AI Camp dari Ant DT memiliki model berbeda karena diberikan secara gratis. Namun, peserta harus memperoleh undangan untuk mengikuti program tersebut.
Program Intensif Tawarkan Pengalaman Membangun Startup AI
Sejumlah penyelenggara bahkan menawarkan program yang menggabungkan pembelajaran AI dengan kewirausahaan. Salah satu perusahaan tur pendidikan AI di Beijing memasarkan program yang menargetkan kemampuan peserta membuat startup AI dalam enam hari.
Program tersebut mengenakan biaya hampir 13.000 yuan. Materinya mencakup dasar AI, kemampuan bisnis, serta pemahaman mengenai pengelolaan dan pola pikir finansial.
Penyelenggara mengklaim peserta dapat membuat dan mempresentasikan model bisnis setelah menyelesaikan program. Klaim semacam ini perlu dilihat berdasarkan metode pembelajaran dan hasil peserta, bukan hanya durasi pelatihan.
China Dorong Integrasi AI dalam Pendidikan
Meningkatnya jumlah AI camp sejalan dengan kebijakan China untuk memperluas pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pendidikan.
Pada April 2026, lima kementerian China menerbitkan rencana aksi yang mendorong konsep AI-plus education di berbagai jenjang pendidikan hingga 2030.
China juga menargetkan pendidikan AI tersedia secara luas di sekolah dasar dan menengah pada 2030. Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa kemampuan memahami AI mulai dipandang sebagai bagian dari kompetensi generasi muda.
Penerapan AI dalam pendidikan tidak hanya berkaitan dengan penggunaan aplikasi. Pelajar juga perlu memahami cara memanfaatkan teknologi secara kritis, aman, dan bertanggung jawab.
Pasar Pendidikan AI Diproyeksikan Terus Tumbuh
Dorongan pemerintah terhadap pendidikan AI turut membuka peluang bagi industri pendidikan berbasis teknologi. Changjiang Securities memperkirakan nilai pasar pendidikan AI China mencapai sekitar 160 miliar yuan pada 2027.
Nilai tersebut diproyeksikan mendekati 180 miliar yuan pada 2030. Proyeksi ini menunjukkan potensi pertumbuhan yang besar seiring meningkatnya kebutuhan terhadap keterampilan AI.
Pasar study tour atau wisata pendidikan China juga memiliki skala yang signifikan. Berdasarkan data yang dikutip People’s Daily, nilainya diperkirakan mencapai sekitar 240 miliar yuan pada 2026.
Program bertema AI disebut berkembang lebih cepat dibandingkan sejumlah kategori kamp tradisional. Kondisi tersebut memperlihatkan perubahan minat keluarga terhadap kegiatan pendidikan selama masa liburan.
AI Camp Ubah Konsep Belajar Saat Liburan
Kemunculan AI camp menunjukkan bahwa kegiatan liburan anak mulai berkembang mengikuti kebutuhan keterampilan masa depan. Program tersebut menggabungkan pembelajaran teknologi, kreativitas, pemecahan masalah, dan pengalaman membuat produk.
Bagi China, tren tersebut juga menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi muda menghadapi ekonomi yang semakin dipengaruhi AI. Bagi keluarga, AI camp menawarkan alternatif pembelajaran yang lebih praktis selama masa liburan.
Namun, kualitas program tetap menjadi faktor penting. Orang tua perlu mempertimbangkan kurikulum, kompetensi pengajar, keamanan peserta, durasi kegiatan, serta hasil pembelajaran sebelum memilih program.
Jika tren ini terus berkembang, summer camp berbasis AI berpotensi menjadi bagian dari ekosistem pendidikan teknologi yang lebih luas. Perkembangannya juga akan menunjukkan sejauh mana pembelajaran AI dapat diterapkan secara efektif sejak usia sekolah.
Baca Juga “ANTARA, delegasi Henan jajaki kerja sama media, pemanfaatan AI“