Telkom Luncurkan AIcosystem untuk Percepat Adopsi AI

Telkom Luncurkan AIcosystem untuk Percepat Adopsi AI di Berbagai Industri Indonesia

Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin mengubah cara organisasi dan perusahaan menjalankan bisnis. Di tengah meningkatnya kebutuhan akan solusi AI yang aman, terintegrasi, dan relevan dengan kebutuhan lokal, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk meluncurkan AIcosystem sebagai ekosistem yang menghubungkan seluruh kapabilitas AI di lingkungan TelkomGroup.

Peluncuran AIcosystem dilakukan di Jakarta dan menjadi bagian dari strategi Telkom untuk memperkuat posisinya sebagai penyedia ekosistem AI end-to-end di Indonesia. Platform ini dirancang untuk mendukung transformasi digital nasional melalui pengembangan teknologi AI yang mencakup infrastruktur, platform, model, hingga aplikasi yang dapat dimanfaatkan berbagai sektor industri.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menegaskan bahwa AI kini telah berkembang menjadi fondasi penting dalam transformasi digital modern. Karena itu, pengembangannya tidak dapat dilakukan secara terpisah, melainkan membutuhkan kolaborasi yang berkelanjutan antara industri, pemerintah, akademisi, komunitas, dan masyarakat.

Menurut Dian, AIcosystem hadir untuk menyatukan berbagai kekuatan AI yang dimiliki TelkomGroup sehingga mampu menghasilkan dampak nyata bagi dunia usaha, pelayanan publik, dan daya saing nasional.

“AI bukan hanya perkembangan teknologi masa kini, melainkan fondasi baru transformasi digital yang perlu dibangun secara kolaboratif dan berkelanjutan. Dengan AIcosystem, kami menyatukan seluruh kekuatan AI TelkomGroup agar Indonesia memiliki ekosistem AI yang solid, terintegrasi, dan mampu menciptakan dampak nyata bagi masyarakat, dunia usaha, dan daya saing bangsa,” ujar Dian.

baca juga”Kelangkaan Prosesor Intel Picu Kendala Industri Laptop

AIcosystem Satukan Seluruh Kapabilitas AI TelkomGroup dalam Satu Ekosistem

AIcosystem dikembangkan sebagai wadah yang mengintegrasikan berbagai inisiatif AI yang sebelumnya berjalan di masing-masing unit bisnis TelkomGroup. Melalui pendekatan ini, pengembangan teknologi AI dapat berlangsung lebih terarah, efisien, dan mampu menghasilkan solusi yang lebih mudah diimplementasikan pada berbagai kebutuhan industri.

Ekosistem tersebut mencakup berbagai entitas strategis di lingkungan TelkomGroup, mulai dari Telkom AI Center of Excellence (AI CoE), Telkomsel AI, Neutra Compute dari NeutraDC, AI Infomedia, AI Digiserve, hingga dukungan riset dan pengembangan dari Telkom University.

Dengan menyatukan berbagai sumber daya tersebut, Telkom ingin mempercepat lahirnya inovasi AI yang tidak hanya bersifat eksperimental, tetapi juga mampu diterapkan secara luas oleh korporasi, instansi pemerintah, dan masyarakat.

Pendekatan ini sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih besar antara pengembang teknologi, pelaku industri, lembaga pendidikan, serta komunitas digital dalam membangun ekosistem AI nasional yang berkelanjutan.

Lima Pilar AI CoE Jadi Motor Pengembangan Talenta dan Inovasi AI

Sebagai salah satu penggerak utama AIcosystem, Telkom AI Center of Excellence memainkan peran penting dalam memperkuat pengembangan teknologi dan talenta AI di Indonesia.

AI CoE mengusung lima pilar utama yang dirancang untuk mendukung adopsi AI dari hulu hingga hilir, yakni AI Campus, AI Playground, AI Connect, AI Hub, dan AI Native.

AI Campus berfokus pada pengembangan talenta dan penelitian melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi. Program ini bertujuan memperkuat kompetensi sumber daya manusia di bidang AI sekaligus mendorong lahirnya riset yang dapat diterapkan dalam dunia industri.

Sementara itu, AI Playground menjadi ruang eksplorasi bagi pengembang dan komunitas untuk menguji berbagai ide, model, dan aplikasi berbasis AI.

AI Connect berfungsi sebagai penghubung antara dunia akademik, industri, komunitas, dan TelkomGroup untuk menciptakan kolaborasi yang lebih luas. Di sisi lain, AI Hub mempercepat proses transformasi ide menjadi solusi yang siap digunakan oleh pasar.

Adapun AI Native berfokus pada penerapan teknologi AI dalam proses kerja internal TelkomGroup guna meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kualitas pengambilan keputusan.

Melalui lima pilar tersebut, Telkom berupaya menciptakan fondasi yang kuat bagi pertumbuhan ekosistem AI nasional.

Pendekatan Fullstack AI Jadi Pembeda Utama AIcosystem

Direktur IT Digital Telkom, Faizal Rochmad Djoemadi, menjelaskan bahwa AIcosystem dibangun menggunakan pendekatan fullstack AI yang mencakup seluruh lapisan teknologi secara menyeluruh.

Menurutnya, banyak solusi AI saat ini hanya berfokus pada aplikasi. Sementara AIcosystem dikembangkan mulai dari infrastruktur komputasi, pengelolaan data, model AI, platform, hingga implementasi aplikasi yang dapat digunakan secara langsung oleh perusahaan maupun instansi pemerintah.

“AIcosystem dibangun dengan pendekatan fullstack sehingga TelkomGroup tidak hanya menghadirkan solusi dalam bentuk aplikasi, tetapi juga memperkuat fondasi AI-nya melalui infrastruktur, data, model, dan platform,” jelas Faizal.

Pendekatan tersebut terdiri atas tiga lapisan utama. Lapisan pertama adalah AI Infrastructure yang mencakup data center, GPU, CPU, memori, dan sumber daya komputasi yang diperlukan untuk menjalankan model AI modern.

Lapisan kedua adalah AI Models & Platforms yang meliputi platform AI, big data, data aggregator, hingga pengembangan Large Language Model (LLM) yang mendukung Bahasa Indonesia.

Sementara lapisan ketiga adalah AI Solutions & Applications yang berisi berbagai solusi AI yang telah diterapkan pada kebutuhan bisnis dan layanan publik.

Model pengembangan seperti ini memungkinkan perusahaan memperoleh solusi yang lebih aman, mudah diperluas, dan sesuai dengan kebutuhan operasional masing-masing organisasi.

Solusi AI Telkom Sudah Digunakan di Berbagai Sektor Strategis

Telkom menyebut berbagai solusi AI yang dikembangkan telah dimanfaatkan oleh sejumlah institusi dan perusahaan dari beragam sektor industri.

Pemanfaatannya mencakup sektor pendidikan, pemerintahan, keuangan, energi, logistik, telekomunikasi, manufaktur, hingga transportasi.

Dalam praktiknya, teknologi AI digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti pricing analytics, traffic management, HR profiling analytics, legal document review, dan perencanaan infrastruktur berbasis data.

Di sektor pendidikan, platform Pijar milik Telkom telah mengintegrasikan AI untuk membantu guru melakukan koreksi esai secara lebih cepat dan konsisten. Teknologi tersebut membantu meningkatkan efisiensi kerja sekaligus menjaga kualitas penilaian.

Implementasi yang semakin luas menunjukkan bahwa AI tidak lagi menjadi teknologi eksperimental, tetapi telah berkembang menjadi alat produktivitas yang mampu memberikan manfaat nyata bagi organisasi.

Dukung Kedaulatan AI dan Pengembangan Teknologi Lokal

Selain mempercepat transformasi digital, AIcosystem juga dirancang untuk mendukung kedaulatan digital Indonesia. Telkom menilai bahwa pengembangan AI perlu mempertimbangkan kebutuhan lokal, keamanan data, serta kemampuan teknologi untuk memahami bahasa dan konteks budaya Indonesia.

Karena itu, AIcosystem didukung oleh infrastruktur yang dibangun dan dioperasikan di dalam negeri, termasuk pengembangan Large Language Model yang mendukung Bahasa Indonesia.

Pendekatan tersebut memungkinkan organisasi memperoleh solusi yang lebih relevan dibandingkan model global yang belum tentu memahami kebutuhan lokal secara optimal.

Telkom juga menilai bahwa pengembangan AI nasional dapat menciptakan nilai ekonomi baru sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap teknologi asing dalam jangka panjang.

AIcosystem Buka Peluang Kolaborasi untuk Generasi Muda

Dalam peluncuran AIcosystem, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, menilai bahwa perkembangan AI membuka peluang besar bagi generasi muda untuk berinovasi dan menciptakan solusi baru.

Menurutnya, tantangan saat ini bukan lagi soal apakah AI akan menggantikan manusia, melainkan bagaimana teknologi tersebut dimanfaatkan secara produktif, kreatif, dan bertanggung jawab.

Raffi menilai kehadiran AIcosystem dapat menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan talenta muda, komunitas teknologi, akademisi, dan pelaku industri untuk menciptakan inovasi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Telkom Perkuat Posisi sebagai Penggerak Ekosistem AI Nasional

Peluncuran AIcosystem menjadi langkah strategis Telkom dalam memperkuat pengembangan kecerdasan buatan di Indonesia. Dengan mengintegrasikan kapabilitas AI, infrastruktur digital, talenta, dan berbagai solusi industri dalam satu ekosistem, Telkom berupaya mempercepat adopsi AI secara lebih luas dan terukur.

Ke depan, kebutuhan terhadap AI diperkirakan terus meningkat seiring percepatan transformasi digital di berbagai sektor. Melalui AIcosystem, Telkom tidak hanya ingin menjadi pengguna teknologi, tetapi juga berkontribusi sebagai pengembang dan penggerak ekosistem AI nasional yang mampu menciptakan nilai tambah bagi ekonomi digital Indonesia.

Dengan fondasi teknologi yang kuat, dukungan terhadap Bahasa Indonesia, serta fokus pada keamanan dan kedaulatan data, AIcosystem diharapkan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan inovasi AI di Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.

baca juga”Telkom Buyback Saham di BEI dan NYSE, Nilainya Segini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *